Kemenkeu: Sri Mulyani Nggak Kalah Sama Orang Amerika

Jakarta – Pemerintah mengakui mantan menteri keuangan Sri Mulyani pantas untuk menjadi Presiden Bank Dunia menggantikan Robert Zoellick yang akan mundur akhir Juni mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Bambang Brodjonegoro di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/3/2012).

“(Sri Mulyani) bagus! Nggak kalah dengan orang Amerika,” tegas Bambang.

Dikatakan Bambang, Sri Mulyani sangat pantas menduduki jabatan tertinggi Bank Dunia. Namun pasti terhalang dengan keinginan Amerika Serikat memonopoli lembaga tersebut. “Jadi kalau Eropa (pimpin) IMF, sedangkan Amerika itu Bank Dunia,” ucap Bambang.

Sri Mulyani disebut-sebut bisa menjadi Presiden Bank Dunia menggantikan Robert Zoellick yang mundur 30 Juni 2012 nanti. Sri Mulyani bisa bersaing dengan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton.

Seperti diketahui, Zoellick yang berumur 58 tahun akan mundur dari Bank Dunia setelah menjabat sebagai presiden selama 5 tahun. “Bank Dunia saat ini kuat dan sehat serta siap untuk menghadapi tantangan baru,” kata Zoellick.

Memang Amerika Serikat (AS) masih ingin terus ‘memonopoli’ posisi Presiden Bank Dunia. Zoellick ingin penggantinya berasal dari AS.

Saat ini kandidat calon Presiden Bank Dunia dari AS yang telah digadang-gadang adalah Hillary Clinton dan Lawrence Summers. Namun Hillary tampaknya tak berminat.

Saat ini negara-negara berkembang sedang berebut posisi nomor satu di Bank Dunia setelah Robert Zoellick menyatakan mundur. Salah satu yang berpotensi menduduki jabatan itu adalah Direktur Bank Dunia Sri Mulyani.

Seperti di 2011 saat Dominique Trauss-Kahn mundur sebagai bos IMF, negara-negara berkembang seperti Brasil dan Filipina menyatakan saatnya mengubah tradisi bahwa orang AS selalu memimpin Bank Dunia dan orang Eropa memimpin IMF. Namun ini tradisi tersebut belum bisa diubah di IMF.

Sebelumnya, Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani terus diunggulkan menjadi calon Presiden Bank Dunia menggantikan Robert Zoellick yang bakal mundur akhir Juni 2012. Sri Mulyani menguasai 81% suara polling!

Dalam situs http://www.worldbankpresident.org, dibuat sebuah polling soal siapa yang bakal menjadi Presiden Bank Dunia selanjutnya. Ada 9 calon dari negara berkembang yang masuk polling tersebut. Namun memang poling ini tak bisa dijadikan patokan. Apalagi sejak 1944, Presiden Bank Dunia selalu dimonopoli oleh Amerika Serikat. Namun saat ini calon dari negara berkembang bisa naik karena posisi ekonominya lebih baik.

Dalam siaran pers Bank Dunia dikatakan, Dewan Eksekutif Bank Dunia telah menyepakati 5 kriteria untuk calon Presiden barunya yaitu:

Terbukti memiliki rekam jejak yang kuat sebagai pemimpin
Berpengalaman memimpin organisasi besar yang aktif di tingkat internasional dan terbiasa bekerja dengan sektor publik
Mampu menjabarkan misi pembangunan Bank Dunia secara jelas
Memiliki komitmen dan apresiasi kuat terhadap kerjasama multilateral
Dapat berkomunikasi secara efektif dan diplomatis, dan menjalani kewajiban seorang Presiden secara imparsial dan obyektif.

Batas waktu pencalonan nama Presiden baru adalah Jumat 23 Maret 2012. Pencalonan dapat dilakukan oleh anggota Dewan Eksekutif, atau anggota Dewan Gubernur melalui Direktur Eksekutifnya.

Seorang calon harus berasal dari salah satu negara anggota Bank Dunia. Setelah proses pencalonan ditutup, Dewan Eksekutif akan membentuk shortlist berisikan maksimum tiga nama, lalu mempublikasikan shortlist tersebut dengan persetujuan ketiga nama yang bersangkutan.

Selanjutnya, Dewan Eksekutif akan mewawancarai ketiga calon dengan harapan bisa mencapai konsensus sebelum ‘Spring Meetings’ (pertemuan tahunan musim semi) pada April 2012 mendatang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s