Saingan dengan Hillary Clinton, Ini Jawaban Sri Mulyani

Jakarta – Mantan Menteri Keuangan yang kini duduk menjabat sebagai Direktur Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati angkat bicara soal namanya yang disebut-sebut menjadi kandidat Presiden Bank Dunia.

Kepada presenter TV senior bidang current affairs di Australia Network, Jim Middleton, wanita kelahiran Lampung ini menyerahkan keputusan pengganti Robert Zoellick kepada sang pemangku keputusan.

Seperti dikutip detikFinance dari Australianetwork.com Senin (19/3/2012), Jim Middleton menanyakan soal ‘kebiasaan’ AS yang selalu saja menempatkan orangnya dalam jabatan nomor satu Bank Dunia tersebut. Berikut potongan wawancara Sri Mulyani dengan Jim Middleton soal pencalonan bos Bank Dunia.

Jim Middleton:

Memandang bahwa negara-negara maju di dunia tidak kompeten dalam mengelola ekonomi global dalam beberapa tahun terakhir, apakah anda kecewa jika pimpinan anda selanjutnya hampir pasti juga orang Amerika? Bukankah sekarang adalah saat yang tepat untuk mengedepankan prestasi daripada sejarah untuk menentukan siapa yang berhak duduk di posisi teratas di lembaga internasional penting seperti Bank Dunia?

Sri Mulyani:

Well, Dewan Direktur Eksekutif yang sebenarnya akan memutuskan baik soal kriteria maupun mekanismenya. Jadi saya pikir, hal itu sudah tercermin bahwa mereka akan memilih berdasarkan prestasi.

Jim Middleton:

Apakah anda akan diperhitungkan dan bersedia jika kesempatan itu muncul?

Sri Mulyani:

Ya, itu semua terserah kepada para pemangku kepentingan, kan?

Jim Middleton:

Cukup adil. Apakah sebagian dari permasalahan bagi negara-negara berkembang yang sukses seperti Cina, India, Indonesia adalah, kesuksesan itu datang begitu cepat dan membuat mereka tidak yakin seperti apa seharusnya bentuk arsitektur ekonomi global di masa depan, sehingga, ketika kesempatan seperti ini datang, mereka tidak satu suara untuk menyampaikan apa yang mereka inginkan?

Sri Mulyani:

Saya rasa negara-negara ekonomi baru sadar bahwa peran mereka di kancah ekonomi global menjadi semakin penting. Hal ini bisa anda lihat dari kontribusi mereka dalam baik dalam hal ekspor, impor atau pun perdagangan secara umum, termasuk juga pertumbuhan ekonomi global.

Tantangan bagi kebanyakan negara berkembang adalah mencoba untuk berkoordinasi dan bergerak dengan lebih terkoordinir dan terarah dalam membawa sekaligus menempatkan agenda global. Dan hal ini adalah tantangan yang sebenarnya, contohnya seperti Cina, dalam hal ini studi bersama antara Bank Dunia dan pemerintah adalah menempatkan tahun 2030 sebagai tantangan masa depan bagi Cina.

Salah satu faktor adalah bagaimana negara-negara berkembang dapat memainkan peranan global mereka dengan cara yang lebih efektif dan konstruktif.

Sebelumnya, Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani belakangan disebut-sebut bisa menjadi Presiden Bank Dunia. Sri Mulyani bisa bersaing dengan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton.

Selain itu, nama Sachs muncul setelah ia meminta dukungan kepada negara-negara berkembang dunia. Jeffery sudah secara terang-terangan mengatakan mengincar posisi tertinggi Bank Dunia tersebut.

Sachs mengaku sudah berbicara kepada para pemimpin dunia dari negara berkembang untuk meminta dukungan seperti Kenya, Malaysia, dan Namibia.
(dru/dnl)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s