Wah! Kereta Cepat Jakarta-Bandung Baru Terealisasi 2018

Jakarta – Masyarakat harus menanti lebih lama, realisasi kereta cepat Jakarta-Bandung. Pemerintah memprediksi kereta ini baru siap beroperasi 2017-2018 nanti atau 6-7 tahun lagi.

Proyek ini masih tahap persiapan, pihak The Ministry of Land, Infrastructur, Transport and Tourism of Japan (MILT) dengan Japan Railway Techbical Service (JARTS) dan Yachiyo Engineering Co. Ltd) baru menyelesaikan tahapan studi kelayakan atau feasibility study (FS). Studi ini bertujuan untuk memberi gambaran umum terkait standar kelayakan investasi serta peluang akan kereta cepat di Indonesia.

Tahap selanjutkan tahapan FS akan memakan waktu 12 bulan, dan masih banyak tahapan-tahapan lainnya. “Ini kan baru mulai. Paling cepat 6-7 tahun lagi, sekitar 2018 baru bisa dinikmati,” kata Direktur Kerja Sama Pemerintah dan Swasta dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bastari Panji Indra di Jakarta, Senin (19/3/2012).

Seperti dikabarkan sebelumnya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung siap dibangun untuk mengurangi lalu lintas jalan darat yang makin padat. Kereta ini bahkan menjanjikan waktu tempo 45 menit-50 menit.

Jalur kereta cepat ini menghubungkan Dukuh Atas-Bekasi-Karawang-Bandara International Baru (Kabupaten Karawang)-Bandung kota-Gedebage. Dalam studi ini juga menyebut, akan tersedia kereta cepat Jakarta-Bandara baru (Purwakarta) dengan waktu tempuh 20 menit.

Pembangunan proyek ini menghabiskan dana Rp 56,108 triliun atau setara US$ 5,95 miliar. Berikut detail perkiraan biaya investasi kereta cepat Jakarta-Bandung:

Pengerjaan sipil Rp 23,35 triliun
Jalur kereta Rp 3,114 triliun
Stasiun kereta Rp 3,81 triliun
Rolling stock Rp 3,62 triliun
Konstruksi lain-lain Rp 12,108 triliun
Jasa konsultasi Rp 2,31 triliun
Pajak Rp 1,41 triliun
Biaya administrasi Rp Rp 2,314 triliun
Akuisisi lahan dan kompensasi Rp 1,64 triliun
Kontinjensi Rp 2,133 triliun

Meski demikian Bastari belum menentukan besaran dana yang disiapkan pemerintah dalam pembangunan ini. Meski Kementerian Perhubungan mengharapkan porsi pemerintah hanya 30%, sementara sisanya datang dari swasta.

“Kan masih lama. Kita masih belum tentukan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s